Kamis, 06 Oktober 2011

Seni Melipat Kertas


Seni melipat kertas atau origami adalah suatu seni yang berasal dari Cina yang diperkenalkan oleh seorang yang bernama Ts’ai Lun. Awal mula origami terbuat dari kertas yang berasal dari hancuran tumbuhan dan kain yang sudah tidak terpakai. Pada abad ke enam, origami ini dibawa ke Spanyol dan Jepang.
Simbol kedamaian Origami berasal dari bahasa Jepang, yaitu ori yang diadaptasi dari oruyang berarti lipat dan gami yang berasal dari kata kami yang berarti kertas. Meski awalnya hanya digunakan sebagai penutup sake, origami lantas berevolusi menjadi unsur wajib dalam beragam pesta adat, keagamaan, dan penanda status. Bentuknya pun makin beragam, dari dinosaurus, serangga, kerbau, hingga boneka.
Kini origami tidak hanya berkembang di Jepang, tetapi juga tumbuh subur di belahan dunia lain, termasuk Indonesia. Hal itu menjadi salah satu yang menginspirasi kemunculan School of Origami milik Fajar Ismayanti alias Maya Hirai di Cigadung Raya Timur Nomor 85F, Bandung. Menurut  Maya, “Origami mulai menjadi simbol kedamaian saat Sasaki Sadako, anak asal Hiroshima, yang sakit kelainan darah akibat radiasi bom atom pada 6 Agustus 1945. Selama sakit, ia berusaha dapat melipat 1.000 burung bangau (crane) dengan berharap kesembuhan dari penyakit dan perdamaian dunia dapat terwujud. Kini monumen itu telah berdiri di taman Hiroshima sejak tahun 1958 dan orang-orang dari seluruh penjuru dunia selalu mengirimkan/menaruh origami burung bangau (crane) pada monumen itu sebagai simbol perdamaian pada setiap tanggal 6 Agustus yang telah dijadikan sebagai hari perdamaian”.
10000-origami-flowers-cranesorigami-11
Di negara asalnya, origami juga diajarkan pada anak-anak TK, di mana anak yang termasuk tidak bisa diam di kelas sangat antusias saat mengikuti tahapan pembuatan origami. Kebanyakan anak-anak TK dan SD sudah diajarkan cara membuat bermacam-macam bentuk dari kertas lipat atau origami. Dengan bermacam-macam warna (merah, kuning, orange, ungu, dan hijau) mampu menarik perhatian anak-anak kecil untuk mau mencoba membuat berbagai bentuk, seperti membuat kapal, topi, kincir angin, dan pesawat. Anak-anak dengan tekun mengikuti panduan yang diberikan oleh sang guru sambil melakukan gerakan-gerakan melipat dan dapat mengembangkan daya cipta. Dan hal ini mampu mengembangkan sistem saraf motorik.
Selain itu, origami menjadi alat terapi yang sempurna karena bisa mengajarkan ketenangan dan ketelitian bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang sulit fokus mengerjakan sesuatu. Hal itu bisa terlihat dari langkah-langkah sistematis yang harus diikuti dalam pembuatan model tertentu. Dasar-dasar pembuatan origami ikut memberikan sumbangan positif dalam kehidupan sehari-hari, karena membentuk pribadi sabar dan teliti. Dari sisi bentuk, origami mempunyai estetika dan keindahan yang berasal dari satu atau dua helai kertas. Dari sisi permainan, banyak hasil origami bisa dimainkan. Tidak hanya itu, origami menjadi simbol kedamaian. Bahkan kegagalan dalam membuat origami dijadikan pelajaran berharga agar terus mencoba dan tidak lekas menyerah.
Selamat mencoba:
1.  Cara membuat burung merak:
origami-1origami-2origami-3
2. Cara membuat anjing dan kelinci:
origami-4origami-5
3. Cara membuat roket dan kucing:
origami-6origami-8
4. Cara membuat tupai dan beruang:
origami-9origami-10
5. Cara membuat bunga:
origami-12origami-13

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar